Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Adakan Tausiah Bertema Isra Mi’raj
SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu / Masjid Ikomah UIN Bandung Akan Menerima Visitasi Tim Lomba Web Masjid Pusdai (19/01/2021)
  • 1 tahun yang lalu / Kultum Selasa, 19 Januari 2021: Bapak Dr. H. Syahrul Anwar, M.Ag
WAKTU :

Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Adakan Tausiah Bertema Isra Mi’raj

Terbit 24 Juni 2022 | Oleh : Editor Ikomah | Kategori : Berita
Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Adakan Tausiah Bertema Isra Mi’raj

Bandung, Masjid Ikomah – DKM Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung adakan acara tausiah, kegiatan yang diisi dengan ceramah Ustadzah Nia Kurniawati ini bertemakan Isra Mi’raj Rasulallah SAW, Sabtu (13/03/2021).

Menurut Ustadzah Nia Kurniawati dalam tausiyahnya mengutipkan dari al barzanji bab 14, bahwa perjalanan Rasulullah SAW saat Isra Mi’raj yang didampingi oleh malaikat Jibril  a.s dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Nabi SAW diperlihatkan oleh Allah SWT dengan beragam kejadian yang didalamnya terdapat keberkahan.

Salah satunya yang Allah SWT tunjukan adalah ketika sedang berjalan, Nabi Muhammad SAW melihat gundukan-gundukan kuburan yang didalamnya terdapat mayat seorang wanita yang sedang merintih-rintih, menjerit-jerit dan tersengat sekali baunya, kemudian Rasulullah SAW bertanya kepada malaikat Jibril a.s “wahai Jibril siapakah gerangan wanita yang ada didalam kuburan itu?”, kemudian malaikat Jibril a.s menjawab “dialah wanita yang tidak bisa menjaga fajrinya”.

Kemudian diperlihatkan orang yang sedang menjulur-julurkan lidahnya, lalu Rasulullah SAW bertanya kembali “wahai Jibril siapakah gerangan dia?” lalu malaikat Jibril menjawab “dialah manusia yang selalu bisa menerangi pada orang lain padahal dirinya sendiri selalu gelap kegelapan dari apa yang diucapkannya sendiri (orang munafik)”.

Berikutnya, diperlihatkan lagi orang yang sedang membawa sesuatu yang di tangan kanan dan kirinya sudah penuh, dikepala dan punggungnya sudah penuh tetapi masih merasa kurang. Lalu Rasulallah SAW bertanya kepada malaikat Jibril a.s “wahai Jibril siapakah gerangan dia?” malaikat Jibril a.s menjawab “dialah orang yang serakah dengan jabatan-jabatan dan dia tidak Amanah”.

Rasulullah bersabda “apabila segala sesuatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya”.

Saat tiba di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW diangkat oleh Allah SWT ke langit. Pada saat di langit pertama, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Adam AS, di langit yang ke dua bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS, di langit yang ke tiga bertemu dengan Nabi Yusuf AS, di langit yang ke empat bertemu dengan Nabi Idris AS, di langit yang ke lima bertemu dengan Nabi Harun AS, di langit yang ke enam bertemu dengan Nabi Musa AS, dan di langit yang ke tujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim AS.

Singkat cerita, Rasulullah SAW kemudian diangkat ke sidratul muntaha, seluruh makhluk yang disana menyambutnya dengan kalimat “Attahiyatul mubaratus” dan malaikat menyambutnya dengan kalimat “Assalamu’alaika ayyuhannabiyuwaraah matullahi wabarakatuh”. Rasulullah SAW menjawab ucapan para makhluk dan para malaikat dengan kalimat “Assalamualaikum wa ala ibadillahis Shalihin”.

Setelah perjalanan Isra Mi’raj ini Nabi Muhammad SAW kemudian mendapatkan perintah untuk mengerjakan sholat dan ditugaskan untuk menyampaikan kepada umatnya.

Kesimpulannya,  tentu banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa Isra Mi’raj ini dan semoga dengan kita mengetahuinya bisa meningkatkan kualitas keimanan kita kepada Allah SWT dengan mengikuti segala perintah dan menjauhi segala larangannya.

SebelumnyaKAKIKU Kembali Diselenggarakan, Ustadz Mujiyo: Manfaatkan Media Untuk Kebaikan SesudahnyaUstadz Zaenal Muttaqien: Sikap Atas Anugerah dari Allah SWT

Berita Lainnya

0 Komentar