Ustadz Zaenal Muttaqien: Sikap Atas Anugerah dari Allah SWT
SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu / Masjid Ikomah UIN Bandung Akan Menerima Visitasi Tim Lomba Web Masjid Pusdai (19/01/2021)
  • 1 tahun yang lalu / Kultum Selasa, 19 Januari 2021: Bapak Dr. H. Syahrul Anwar, M.Ag
WAKTU :

Ustadz Zaenal Muttaqien: Sikap Atas Anugerah dari Allah SWT

Terbit 24 Juni 2022 | Oleh : Editor Ikomah | Kategori : Berita
Ustadz Zaenal Muttaqien: Sikap Atas Anugerah dari Allah SWT

Bandung, Masjid Ikomah – Pada Khutbah Jum’at di Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ustadz Zaenal Muttaqien menyampaikan sebuah materi yang menarik yaitu dengan judul “Menyikapi Anugrah Allah”.

Sebagai seorang hamba harus senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, karena dengan bertaqwalah diri mampu menyikapi semua anugrah yang diberikan oleh-Nya. Dalam khutbahnya, Ustadz Zaenal Muttaqien menjelaskan bahwa orang yang bertaqwa memiliki banyak sekali jaminan dari Allah SWT.

“Jaminan bagi orang yang benar-benar bertakwa. Pertama, Allah Subhanahu Wa Ta’ala membukakan jalan keluar dari kesempitan hidup. Kedua Allah anugrahkan Rizki yang datangnya tanpa disangka-sangka. Ketiga Allah mudahkan segala urusan hidup yang ke empat Allah hapuskan dari noda dan dosa yang kelima Allah muliakan dengan pahala yang agung dalam bahasa alzim beda dengan Kabir kalau Kabir besar dapat dihitung tapi kalau adzim besar tidak dapat dihitung karena saking besarnya,” katanya.

Menurut Ustadz Zaenal Muttaqien bahwa untuk menjadi manusia yang mendapatkan jaminan dari Allah SWT, maka kita harus memenuhi beberapa indikator sebagai orang yang bertaqwa.

“Pertama menjadi manusia yang dermawan yang kedua menahan amarah yang ketiga memaafkan kesalahan orang lain yang ke empat memperbanyak istighfar yang kelima ia tidak mengulangi kembali aktivitas yang berindikasi kan noda dan dosa,” lanjutnya.

Menurut Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, manusia tidak pernah tahu siapa yang akan diangkat derajat nya oleh Allah SWT, apakah orang yang melihat dengan pandang baik atau tidak baik. Karena hanya Allah SWT yang Maha Tahu dan yang berhak menetukan siapa hamba-Nya yang bertaqwa dan yang tidak.

“Ini menyadarkan kita bersama supaya tidak ada ungkapan bahasa-bahasa yang sedikit tidak sesuai dengan selera dan ketika didengar oleh orang lain karena seseorang diangkat oleh Allah subhanahu wa ta’ala walaupun menurut kita tidak sesuai padahal allah subhanahu wa ta’ala telah menempatkan maka bagi kita falsafahnya adalah menerima,menikmati dan mensyukuri tetapi tidak ada salahnya kalau kita bercita-cita meraih kesuksesan yang lebih baik,” ujarnya.

Di akhir khutbahnya, Ustadz Zaenal memberikan pesan kepada jamaah,

“Seseorang yang diberi kepangkatan oleh Allah SWT kita cukup mengatakan “Alhamdulillahirobbilalamin”, kalaupun ada sesuatu yang menerpa kepada dirinya di dalam hatinya ada rasa sakit, maka ia cukup berkomentar “innalillahi wa inna ilaihi rojiun”. Ketika sesuatu yang mengesalkan hati maka ia cukup mengatakan “Masya Allah”, ketika mendapat kebahagiaan “Alhamdulillahirobbilalamin”, ketika bercita-cita “Insyaallah”, ketika berdosa “Astaghfirullahaladzim”, ketika mendapatkan sesuatu yang menakjubkan “Subhanallah”, yang sangat menakjubkan “Allahu Akbar”. Dari sini kita tahu bahwa tidak ada kalimat lain yang bisa menjerumuskan dirinya ke jurang kehinaan, tetapi Allah SWT memberikan menu-menu yang sungguh mendapatkan dirinya pada posisi dan Allah jadikan Dia terpuji,” tutupnya.

SebelumnyaMasjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Adakan Tausiah Bertema Isra Mi’raj SesudahnyaUstaz Nase: Empat Pilar Negara Berdasarkan Hadis Nabi

Berita Lainnya

0 Komentar