Ustaz Nase: Inilah Bahaya Melupakan Al-Qur’an!
SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu / Masjid Ikomah UIN Bandung Akan Menerima Visitasi Tim Lomba Web Masjid Pusdai (19/01/2021)
  • 1 tahun yang lalu / Kultum Selasa, 19 Januari 2021: Bapak Dr. H. Syahrul Anwar, M.Ag
WAKTU :

Ustaz Nase: Inilah Bahaya Melupakan Al-Qur’an!

Terbit 16 November 2020 | Oleh : Editor Ikomah | Kategori :
Ustaz Nase: Inilah Bahaya Melupakan Al-Qur’an!

Bandung, Masjid Ikomah – Ketua Majelis Khotmil Qur’an (MKQ) Jawa Barat, Nase, S. Ag., MM., menegaskan bahwa pentingnya mencintai Al-Qur’an sebagai tiket masuk surga tanpa hisab. Hal tersebut ia sampaikan saat memberi kultum salat zuhur di Masjid Ikomah UIN SGD Bandung Senin (13/10/2020).

Pegiat dakwah sekaligus Ketua Tahfidz Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung ini, juga mengutip salah satu ucapan dari mantan pendeta sekaligus rektor Universitas Brawijaya Papua Dr. Yahya Waloni ketika berceramah di Pekalongan, sesungguhnya aku tidak masuk Islam tetapi Islam itulah masuk ke dalam jiwa ragaku.

“Jika hari ini ada mualaf atau non-muslim masuk Islam, dan hari ini Allah takdirkan wafat setelah mengucapkan kalimat syahadat maka tiket langsung dari Allah untuk mereka ialah masuk surga tanpa di hisab oleh Allah SWT,” ujarnya.

Pembimbing Program TNI, Polisi, dan Preman Mengaji ini mengemukakan bahwa bahaya melupakan Al-Qur’an juga di tegaskan dalam QS. Ta-Ha: 24-26 jika ada seseorang yang berpaling dan lidahnya tidak pernah membaca Al-Qur’an, maka Allah akan berikan hadiah berupa kesulitan dalam rezeki, karir, bahkan kehidupannya serta pada hari kiamat akan di bangkitkan dalam keadaan tidak bisa melihat.

“Bayangkan, pada saat di Padang Mahsyar nanti Allah SWT akan cuek pada kita karena tidak pernah membaca dan mengisi hati kita dengan Al-Qur’an. Celaka besar!” sambungnya.

Ustaz Nase juga menambahkan betapa sulitnya mengajak seluruh mahasiswa UIN saja untuk gemar membaca Al-Qur’an, sampai kehabisan metode selain LGBT (Laki-laki Gagah Banyak Tilawah), SBQ (Senang Baca Qur’an), atau DUGEM (Dunia Gemar Mengaji) dengan konsep Jabar Juara Lahir Bathin dengan Maghrib Mengaji, hanya ada dua pilihan yakni mau membaca Al-Qur’an atau pindah agama saja. Baginya, Al-Qur’an harga mati, iman harga mati, dan NKRI harga mati. (Editor Uwes Fatoni)

SesudahnyaGRAFIK KEHIDUPAN : SYUKUR, SABAR, DAN IKHLAS

Tausiyah Lainnya